Minggu, 14 September 2014

Indra


Oleh penganut agama Hindu, Indra dipercaya sebagai dewa hujan dan petir. Indra dikenal juga dengan Sakra, pemimpin para dewa dan raja dari Svargaloka atau surga. Dia menggunakan halilintar yang disebut Vajra dan menunggangi gajah putih yang disebut Airavata. Indra juga muncul dalam nama-nama dewa agama Zoroaster, julukanya Verethragna yang berarti dewa kemenangan.

Dalam Rigweda Indra adalah pemimpin para dewa selain Agni. Dia merupakan karakter utama dalam kisah kepahlawanan yang diceritakan Weda, dimana dia menaklukan Vrta, membebaskan sungai-sungai dan menghancurkan pagar batu dimana Panis memenjarakan sapi-sapi yang sering diidentikan dengan fajar. Dewa Indra juga merupakan dewa perang yang telah menghancurkan benteng milik Dasyu dan dipuja oleh kedua belah pihak dalam Battle of Ten Kings.

Rigweda sering menyebut Indra dengan Sakra : yang perkasa. Pada zaman Weda, para dewa berjumlah 33 dengna Indra sebagai pemimpinya. Indra menjadi nama untuk seorang penguasa sehingga raja bisa disebut Manawendra (Manawa Indra, pemimpin manusia) dan Rama, tokoh utama wiracarita Ramayana disebut Raghwendra (Raghawa Indra, Indra dari klan Raghu). Sehingga Indra memiliki nama lainya yaitu Dewendra (Dewa Indra, pemimpin para dewa).

  

Sabtu, 13 September 2014

Kartawirya Arjuna

Kartawirya Arjuna bertarung dengan Bagawan Parasurama

Di dalam mitologi hindu Kartawirya Arjuna adalah raja dari kerajaan Hehaya kuno dengan ibukota Mahismati yang sekarang dikenal dengan Madhya Pradesh. Secara harfiah Kartawirya Arjuna bermakna "Arjuna putra Kartawirya". Dia digambarkan memiliki seribu tangan dan merupakan pemuja setia dewa Dattatreya.Menurut pewayangan Jawa, Kartawirya Arjuna adalah awatara Wisnu. Dalam versi ini, Kartawirya Arjuna lebih sering disebut dengan Arjuna Sasrabahu dan dikenal sebagai raja Kerajaan Mahesapati.




Kartawirya Arjuna mengalahkan Rahwana
Kartawirya Arjuna dikenal dengan kekuatan bertempurnya yang diceritakan dalam Ramayana. Suatu hari Arjuna mandi bersama istrinya di sungai Naramada. Seribu tanganya membendung sungai sehingga menyebabkan banjir. Rahwana yang saat itu sedang memuja dewa Siwa kehilangan konsentrasi karena terganggu oleh suara arus sungai yang terbendung. Dengan penuh kemarahan Rahwana menantang Arjuna untuk bertarung. Pertempuran pun terjadi, Rahwana akhirnya kalah dan ditawan.
Kakek Rahwana, resi Pulastya datang memohon agar cucunya itu dibebaskan dan diampuni. Arjuna mengabulkan permohonanya, Rahwana dilepaskan dan kembali ke Alengka dengan perasaan malu. Versi lainya menyebutkan kerajaan Hehaya meyerang Lanka dan menangkap Rahwana sebagai tahanan. Namun, Parashurama membunuh Arjuna dan menyelamatkan Rahwana.

Kisah kematian Kartawirya Arjuna antara lain terdapat dalam kitab Mahabharata dan Purana. Pada suatu hari, Arjuna putra Kretawirya beserta pasukannya datang mengunjungi asrama Resi Jamadagni. Sang resi menjamu tamunya dengan penuh hormat. Ketika Arjuna menyaksikan sapi ajaib bernama Kamadhenu milik Jamadagni, ia pun berambisi untuk memilikinya. Arjuna memohon agar Jamadagni memberikan sapinya, namun permohonan tersebut ditolak. Akhirnya sapi Kamadhenu pun dirampas secara paksa oleh Arjuna. Putra Jamadagni yang bernama Parasurama muncul. Saat mengetahui sapi ayahnya dirampas, ia segera mengejar Arjuna. Parasurama yang marah menyerang Arjuna menggunakan senjata kapak pemberian dewa Siwa. Dengan menggunakan pusaka tersebut, Parasurama memotong seribu lengan Arjuna dan memenggal kepalanya. Putra-putra Arjuna membalas dendam atas kematian ayah mereka. Jamadagni pun dibunuh saat Parasurama tidak berada di asrama. Kematian Jamadagni ini membuat Parasurama marah besar. Ia pun mengamuk menumpas keluarga besar Kartawirya Arjuna.
Bagawan Parasurama membunuh Kartawirya Arjuna