 |
| Kartawirya Arjuna bertarung dengan Bagawan Parasurama |
Di dalam mitologi hindu Kartawirya Arjuna adalah raja dari kerajaan Hehaya kuno dengan ibukota Mahismati yang sekarang dikenal dengan Madhya Pradesh. Secara harfiah Kartawirya Arjuna bermakna "Arjuna putra Kartawirya". Dia digambarkan memiliki seribu tangan dan merupakan pemuja setia dewa Dattatreya.Menurut pewayangan Jawa, Kartawirya Arjuna adalah awatara Wisnu. Dalam versi ini, Kartawirya Arjuna lebih sering disebut dengan Arjuna Sasrabahu dan dikenal sebagai raja Kerajaan Mahesapati.
 |
| Kartawirya Arjuna mengalahkan Rahwana |
Kartawirya Arjuna dikenal dengan kekuatan bertempurnya yang diceritakan dalam Ramayana. Suatu hari Arjuna mandi bersama istrinya di sungai Naramada. Seribu tanganya membendung sungai sehingga menyebabkan banjir. Rahwana yang saat itu sedang memuja dewa Siwa kehilangan konsentrasi karena terganggu oleh suara arus sungai yang terbendung. Dengan penuh kemarahan Rahwana menantang Arjuna untuk bertarung. Pertempuran pun terjadi, Rahwana akhirnya kalah dan ditawan.
Kakek Rahwana, resi Pulastya datang memohon agar cucunya itu dibebaskan dan diampuni. Arjuna mengabulkan permohonanya, Rahwana dilepaskan dan kembali ke Alengka dengan perasaan malu. Versi lainya menyebutkan kerajaan Hehaya meyerang Lanka dan menangkap Rahwana sebagai tahanan. Namun, Parashurama membunuh Arjuna dan menyelamatkan Rahwana.
Kisah kematian Kartawirya Arjuna antara lain terdapat dalam kitab Mahabharata dan Purana. Pada suatu hari, Arjuna putra Kretawirya beserta pasukannya datang mengunjungi asrama Resi Jamadagni.
Sang resi menjamu tamunya dengan penuh hormat. Ketika Arjuna
menyaksikan sapi ajaib bernama Kamadhenu milik Jamadagni, ia pun
berambisi untuk memilikinya. Arjuna memohon agar Jamadagni memberikan
sapinya, namun permohonan tersebut ditolak. Akhirnya sapi Kamadhenu pun
dirampas secara paksa oleh Arjuna. Putra Jamadagni yang bernama Parasurama
muncul. Saat mengetahui sapi ayahnya dirampas, ia segera mengejar
Arjuna. Parasurama yang marah menyerang Arjuna menggunakan senjata kapak
pemberian dewa Siwa. Dengan menggunakan pusaka tersebut, Parasurama memotong seribu lengan Arjuna dan memenggal kepalanya. Putra-putra Arjuna membalas dendam atas kematian ayah mereka. Jamadagni
pun dibunuh saat Parasurama tidak berada di asrama. Kematian Jamadagni
ini membuat Parasurama marah besar. Ia pun mengamuk menumpas keluarga
besar Kartawirya Arjuna.
 |
| Bagawan Parasurama membunuh Kartawirya Arjuna |